Pemerintah mulai bangun akses jalan Tol ke Perumahan

By on August 8, 2015

Pekerjaan Umum dan Menteri perumahan umum Basuki Hadimuljono menandatangani kontrak Perjanjian pada hari Jumat untuk pembangunan jalan tol tiga, termasuk dua segmen lama ditunggu-tunggu trans-Sumatra Highway, senilai Rp 21.6 trilliun (US$ 1.52 miliar).

Peletakan Batu Pertama konstruksi perumahan

Menurut Basuki, pembangunan jalan tol resmi dimulai setelah penandatanganan kontrak, meskipun fakta bahwa Presiden Joko “Jokowi” Widodo telah mengadakan upacara peletakan batu pertama untuk bagian Bakauheni-Seunagan pada bulan April.

Menteri menandatangani kontrak dengan perusahaan konstruksi negara dijalankan Hutama Karya untuk pengembangan dua bagian dari jalan Raya Lintas Sumatera yang melayani Bakauheni-Seunagan dan Palembang-Indralaya dan juga dengan Citra Marga Lintas Jabar — konsorsium perusahaan konstruksi negara dijalankan Wijaya Karya, tol jalan perusahaan Citra Marga Nusaphala Persada Tbk dan perusahaan milik Bandung Jasa Sarana — untuk pembangunan jalan tol Soreang-Pasir Koja di Jawa Barat.

Target pembangunan selesai di 2017

Basuki mengatakan bahwa jalan tol sepanjang 140.9 kilometer yang menghubungkan Bakauheni dan Seunagan diharapkan untuk memulai operasi pada tahun 2016, sementara 21,93 kilometer panjang Palembang-Indralaya jalan tol diharapkan untuk menyelesaikan pembangunan pada 2017.

“Finansial, proyek ini tidak layak tetapi bisa memiliki dampak yang signifikan pada pembangunan ekonomi di Sumatera, oleh karena itu pemerintah ditunjuk Hutama Karya untuk mengembangkan jalan tol,” kata Basuki. “Jalan tol ini ditargetkan untuk menyelesaikan pembangunan sebelum 2018 Asian Games,” kata Basuki.

Hutama Karya dijamin bulan lalu Rp 481 miliar dalam bentuk pinjaman dari pembiayaan perusahaan Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk membiayai pembangunan infrastruktur negara pertama pada segmen berkelanjutan Trans-Sumatra proyek jalan tol, kilometer 16.6 Medan-Binjai yang mulai konstruksi akhir tahun lalu.

Biaya awal segmen Medan-Binjai diperkirakan sebesar Rp 1,6 trilyun. Segmen ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Tanjung Mulia-Helvetia, Helvetia-Semayang dan Semayang-Binjai.

Hutama Karya Presiden Direktur I Gusti Ngurah Putra mengatakan bahwa perusahaan akan segera mendapatkan pinjaman dari SMI senilai Rp 1.1 triliun untuk segmen Palembang-Indralaya.

“Adapun bagian Bakauheni-Seunagan, dalam rencana bisnis kami 52 persen dari investasi akan datang dari ekuitas sementara sisanya 48 persen dari pinjaman. Kami sedang dalam proses mencari sumber, baik lokal maupun internasional,”kata Ngurah.

Total investasi untuk jalan tol besar Bakauheni-Jatirogo mencapai Rp 16,7 triliun, sementara jalan tol Palembang-Indralaya mencapai Rp 3.3 triliun.

Awal tahun ini, para Direksi Hutama Karya menerima 3.6 triliun di negara injeksi modal, yang Rp 1 triliun akan dialokasikan untuk membangun bagian Medan-Binjau, sementara Rp sisa 2.6 triliun akan digunakan untuk Bakauheni-Seunagan.

“Tanpa injeksi modal negara, proyek ini tidak layak,” katanya.

Sementara itu, Citra Marga Lintas Jabar Presiden Direktur Bagus Medi Suarso mengatakan perusahaan telah memperoleh 90 persen dari lahan yang dibutuhkan untuk membangun jalan tol Soreang Pasirkoja, mengharapkan untuk menyelesaikan pembangunan pada tahun 2016.

Jalan tol ini merupakan bagian dari proyek-proyek infrastruktur 27 yang ditawarkan oleh Presiden kepada investor melalui rencana kerjasama pemerintah-swasta (PPP). 10.57 kilometer panjang tol memerlukan Rp 1,7 triliun total investasi.

About Angela Moore